membuka di jendela baru
Pada 13 Maret, Apple memulai rangkaian perayaan ulang tahun ke-50 dengan penampilan spesial dari artis dan produser pemenang 17 Grammy Award, Alicia Keys, di Apple Grand Central, New York City. Alicia Keys membawakan sejumlah lagunya yang abadi dari tangga ikonik gedung tersebut dan iPhone 17 Pro menghidupkan energi dan keintiman suasana acara tersebut.
Perayaan tonggak pencapaian itu berlanjut sepanjang bulan di sejumlah kota di seluruh dunia, dengan setiap acara memperingati kreativitas dan kecerdikan manusia yang diwujudkan dalam aksi nyata, dan menampilkan berbagai hal luar biasa yang dapat dilakukan seseorang ketika memiliki produk Apple yang tepat di tangannya. Pada tanggal 31 Maret, Sir Paul McCartney menutup rangkaian peringatan dengan sebuah pertunjukan spesial di Apple Park di Cupertino, California. Sang musisi, penulis lagu, dan mantan anggota the Beatles sejak lama telah menjadi sumber inspirasi dan mencerminkan semangat inovasi yang mash menjadi pedoman bagi Apple hingga hari ini.

Apple Park, Cupertino

Artis visioner Paul McCartney tampil di Apple Park pada tanggal 31 Maret. Sang musisi, penulis lagu, dan mantan anggota the Beatles sudah lama menggunakan produk Apple. Dia merekam sejumlah riff dan potongan lagu di aplikasi Memo Suara di iPhone-nya, di mana beberapa di antaranya menjadi lagu dalam album solonya yang terakhir, McCartney III. Album itu juga menjadi topik wawancara Apple Music antara Paul McCartney dan Zane Lowe. Sebelumnya, Paul McCartney membintangi iklan animasi iTunes dan iPod pada tahun 2007 yang menampilkan lagunya “Dance Tonight,” dan iTunes menawarkan akses pre-order eksklusif untuk albumnya Memory Almost Full. Pada saat itu, Steve Jobs berkomentar, “Paul McCartney adalah salah satu musisi terbesar sepanjang masa.”
Sebagai sumber inspirasi bagi Jobs sendiri, dampak Paul McCartney — bersama rekan satu bandnya — tidak bisa diremehkan. Pada tahun 2003, Jobs dikenal pernah menyatakan dalam sebuah wawancara, “Model bisnis saya adalah the Beatles. Mereka adalah empat lelaki sangat berbakat yang saling menjaga agar kecenderungan negatif masing-masing tetap terkendali. Mereka saling menyeimbangkan satu sama lain dan keempatnya lebih besar daripada masing-masing individu. Dan seperti itulah cara saya memandang bisnis. Kesuksesan dalam bisnis tidak pernah dilakukan oleh satu orang saja, tetap dilakukan oleh sekelompok orang… dan kami pun seperti itu di Apple.”
Tampilnya Paul McCartney di Apple Park, kantor pusat berbentuk cincin yang dibayangkan Jobs menjadi monumen atas kreativitas dan inovasi manusia, menjadi penutup akbar yang tepat bagi rangkaian perayaan ulang tahun Apple yang ke-50.
Paul McCartney terlihat tampil di atas panggung di Apple Park di Cupertino.
Paul McCartney tampil di Apple Park di Cupertino, penutup akbar dari perayaan ulang tahun Apple yang ke-50.
Tim Cook terlihat tampil di atas panggung di Apple Park di Cupertino.
Tim Cook menyapa kerumunan orang di Apple Park.
Paul McCartney terlihat tampil di atas panggung di Apple Park di Cupertino dengan musisi animasi mewakili anggota the Beatles di belakangnya.
Tampilan dari atas memperlihatkan kerumunan orang dan panggung saat Paul McCartney tampil di Apple Park di Cupertino.
Paul McCartney bermain gitar dengan seorang gitaris lainnya di atas panggung di Apple Park di Cupertino.
Seluruh band terlihat membungkukkan tubuh di atas panggung di Apple Park di Cupertino.

Apple Battersea, London

Nia Archives adalah DJ, produser, penyanyi, dan pencipta lagu pemenang sejumlah penghargaan yang dilahirkan di Bradford dan kini menetap di London. Disebut sebagai artis "Masa Depan" Inggris di Apple Music pada tahun 2022, sejak saat itu dia berada di garis depan kebangkitan kembali skena jungle. Sebagai pengguna setia Logic Pro, Nia telah menciptakan remix untuk artis lainnya seperti Jorja Smith, PinkPantheress, Jamie xx, dan Fred.
Dibentuk di London pada tahun 2007, Mumford & Sons telah memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk Album of the Year di ajang Grammys maupun BRIT Awards. Album band bergenre folk rock berjudul Babel yang diluncurkan pada tahun 2012 menjadi album rock dengan penjualan tercepat dalam dekade ini. Baru-baru ini, band tersebut bergabung dengan Zane Lowe dari Apple Music di Los Angeles untuk berbagi cerita tentang album studio keenamnya yang baru saja dirilis, Prizefighter, yang mencapai No. 1 di tangga album Inggris.
Anggota band Mumford & Sons terlihat tampil di atas panggung di luar Apple Battersea di London.
Mumford & Sons tampil di Apple Battersea di London untuk menghormati hari ulang tahun Apple yang ke-50.
Pemandangan panggung di luar Apple Battersea di London dengan penampilan dari Mumford & Sons.
Marcus Mumford terlihat menyanyi dan bermain guitar di Apple Battersea di London.
Marcus Mumford dari Mumford & Sons beraksi di atas panggung di Apple Battersea di London.
Sejumlah musisi terlihat tampil bersama Mumford & Sons di Apple Battersea di London.
Pemandangan dari atas panggung menampilkan Mumford & Sons melakukan pertunjukan di Apple Battersea di London.
Pemandangan kerumunan penonton di pertunjukan Mumford & Sons juga menampilkan bangunan Apple Battersea di London.
Nia Archives terlihat menjadi DJ di Apple Battersea di London.
Nia Archives menjadi DJ di Apple Battersea di London sebagai bagian dari perayaan.

Apple Champs-Élysées, Paris

Di Paris, Apple merayakan French Touch — gerakan yang lahir dari musik dan telah menjadi simbol dari semangat kreatif Prancis yang khas. Apple Champs-Élysées menghadirkan studio rekaman pop-up yang unik bersama Pedro Winter, pendiri Ed Banger Records, dan Twinsmatic, artis dan produser terkemuka di genre rap Prancis. Selama dua hari, para artis dari semua generasi dan latar belakang musik bergabung bersama keduanya di studio untuk terlibat dalam sesi kreatif, menggunakan Mac untuk menginterpretasikan ulang berbagai lagu ikonik yang membuat seluruh dunia menari selama tiga dasawarsa terakhir.
Apple Champs-Élysées juga menghadirkan empat sesi Today at Apple yang menampilkan bagaimana produk dan jasa perusahaan tersebut dapat memicu ekspresi kreatif dan produksi musik. Semua sesi ini menampilkan beberapa pelopor genre, termasuk DJ Myd, direktur artistik So Me, SOPORI FM, ilustrator Pi Ja Ma, dan musisi BoomBass, salah satu dari duet ternama Cassius. Bersama-sama, mereka menyelami legasi French Touch dan menjajaki masa depan musik elektronik.
Pekan itu berpuncak pada pertunjukan langsung di Forum toko, ketika pelopor French Touch seperti Breakbot dan Cassius tampil bersama generasi artis berikutnya, termasuk disiz, Ebony, Rnboi, dan Guy2Bezbar, dengan koleksi DJ dari Paloma Le Friant, Andy 4000, dan masih banyak lagi, merayakan inovasi, kreativitas, dan kekuatan transmisi dalam budaya.
Para penampil berdiri di atas panggung di Apple Champs-Élysées di Paris.
Apple Champs-Élysées menyelenggarakan pertunjukan langsung dengan para pelopor French Touch seperti Breakbot dan Cassius, bersama generasi artis berikutnya, termasuk disiz, Ebony, Rnboi, dan Guy2Bezbar, dengan koleksi DJ dari Paloma Le Friant, Andy 4000, dan masih banyak lagi.
Breakbot terlihat menjadi DJ di Apple Champs-Élysées di Paris.
Breakbot beraksi di atas panggung di Apple Champs-Élysées.
Ebony terlihat tampil di Apple Champs-Élysées di Paris.
Ebony tampil di Apple Champs-Élysées.
Andy 4000 dan disiz terlihat beraksi di atas panggung di Apple Champs-Élysées di Paris.
Andy 4000 dan disiz tampil di Apple Champs-Élysées.
Paloma Le Friant terlihat menjadi DJ di Apple Champs-Élysées di Paris.
Paloma Le Friant menjadi DJ di Apple Champs-Élysées.
BoomBass tampak sedang bercakap-cakap selama sesi Today at Apple di Apple Champs-Élysées di Paris.
Musisi BoomBass, salah satu dari duet ternama Cassius, ambil bagian dalam sesi Today at Apple di Apple Champs-Élysées.
Pi Ja Ma menggambar di iPad saat duduk di samping SOPORI FM di depan layar besar yang menampilkan sebuah ilustrasi di Apple Champs-Élysées di Paris.
Pi Ja Ma menciptakan ilustrasi menggunakan iPad dan Apple Pencil sementara SOPORI FM beraksi.
So Me terlihat sedang bercakap-cakap di atas panggung di Apple Champs-Élysées di Paris.
Direktur artistik So Me membahas legasi French Touch di Apple Champs-Élysées.

Apple Jing'an, Shanghai

Feng Chen Wang adalah suara terkemuka dari generasi baru perancang busana Tiongkok, menarik inspirasi dari budaya Tiongkok tradisional untuk menciptakan budaya yang fungsional, konseptual, dan netral secara gender. Desainnya memadukan warisan tradisi dan modernitas, serta menjadikan keahlian kerajinan sebagai pernyataan kontemporer. Musim ini, sebagai bagian dari Shanghai Fashion Week, dia menyajikan acara spesial Apple Jing’an bertema “Life and Love,” merayakan ulang tahun Apple yang ke-50 dan semangat perusahaan untuk berpikir secara berbeda.
Sebagai kreator lintas disiplin, Wang mengandalkan iPad, Mac, iPhone, dan aplikasi Procreate sebagai alat inti dalam proses kreatifnya, memanfaatkan teknologi untuk menerobos batasan desain dan imajinasi. Dengan mengintegrasikan alat digital dengan teknik kerajinan tradisional, dia membuka kemungkinan baru dalam kreativitas dan menunjukkan bagaimana mode dan teknologi dapat bersama-sama menciptakan momen budaya baru.
Tampilan dari atas tiga model sedang berjalan di panggung peragaan busana melingkar di Apple Jing’an.
Sebagai bagian dari Shanghai Fashion Week, desainer Feng Chen Wang menyajikan acara spesial Apple Jing’an bertema “Life and Love,” merayakan ulang tahun Apple yang ke-50 dan semangat perusahaan untuk berpikir secara berbeda.
Dua model memakai busana hitam dan seorang model mengenakan busana hijau berjalan di panggung peragaan busana melingkar di Apple Jing’an.
Model mengenakan busana hijau berjalan di panggung peragaan busana melingkar di Apple Jing’an.
Beberapa model berdiri di panggung peragaan busana melingkar di Apple Jing’an bersama desainer Feng Chen Wang.
Desainer Feng Chen Wang di akhir acara.
Model membelakangi kamera di dalam Apple Jing’an.
Desainer Feng Chen Wang menyapa audiens di Apple Jing’an.
Desainer Feng Chen Wang menyapa para pengunjung di Apple Jing’an.

Apple Taikoo Li Chengdu, Tiongkok

Chris Lee, sosok berpengaruh dalam dunia pop Tiongkok, merupakan seorang seniman yang tidak takut untuk bereksperimen. Kiprahnya sebagai penyanyi, penulis lagu, dan aktor menorehkan kontribusi signifikan bagi industri hiburan dengan memenangkan lebih dari 260 penghargaan musik di dalam maupun luar negeri. Dikenal karena memadukan nuansa musik pop, elektronik, dan alternatif, Lee sukses meluncurkan deretan album platinum dengan visual serta konsep panggung yang luar biasa.
Dua dekade berkarier tak membuat Chris Lee goyah dari prinsip artistiknya. Sejak awal, ia terinspirasi oleh kampanye "Think Different" dari Apple, yang kemudian memicu lahirnya ekspresi musik yang mendobrak, aksi panggung yang dinamis, serta gaya estetika yang visioner. Kini, ia berdiri sebagai sosok budaya ikonik dalam bidang musik, mode, dan seni.
Chris Lee beserta para penari latarnya tampak sedang tampil di atas panggung di luar Apple Taikoo Li Chengdu, Tiongkok.
Chris Lee tampil di Apple Taikoo Li Chengdu dalam rangka merayakan ulang tahun Apple yang ke-50.
Chris Lee terlihat di tengah kepulan asap saat beraksi di panggung Apple Taikoo Li Chengdu, Tiongkok.
Dalam balutan jumpsuit putih, para penari membentuk formasi piramida dengan Chris Lee bernyanyi di puncaknya di Apple Taikoo Li Chengdu, Tiongkok.
Para penari yang mengenakan topeng berwarna jingga dan merah tampil di Apple Taikoo Li Chengdu, Tiongkok.
Tim Cook tampak sedang berfoto selfie bersama Chris Lee dan para penari berkostum putih-merah di Apple Taikoo Li Chengdu, Tiongkok.
Tim Cook berpose untuk foto selfie bersama Chris Lee dan para penarinya di Apple Taikoo Li Chengdu.

Apple Grand Central, New York

Sebagai seorang artis yang menembus sekat genre dan zaman, Alicia Keys adalah sosok yang merepresentasikan seni pertunjukan, produksi musik, narasi yang kuat, dan inovasi. Dengan pengalaman puluhan tahun dalam industri, Alicia Keys tidak pernah berhenti untuk berpikir secara berbeda.
Alicia Keys merupakan salah satu artis pertama yang merilis katalognya dalam Audio Spasial di Apple Music dan menjadi penampil utama dalam konser Apple Music Live. Pada tahun 2024, Alicia Keys: Rehearsal Room adalah salah satu pengalaman Apple Immersive pertama untuk Apple Vision Pro, menawarkan penggemar kesempatan langka untuk mengintip proses kreatifnya dalam sebuah sesi latihan yang hangat.
Alicia Keys bermain piano di atas panggung di Apple Grand Central, dikelilingi oleh para musisi lainnya.
Alicia Keys memulai perayaan ulang tahun Apple yang ke-50 dengan pertunjukan langsung di atas tangga ikonik Apple Grand Central.
Sejumlah besar pelanggan memenuhi plaza di depan Apple Grand Central.
Pelanggan berdatangan ke Apple Grand Central untuk acara spesial pada tanggal 13 Maret.
Alicia Keys duduk di depan pianonya saat tampil di Apple Grand Central.
Sorotan kamera memperlihatkan kerumunan penonton yang tengah bersorak sambil merekam penampilan Alicia Keys.
Bidikan kamera dari jarak jauh menampilkan Alicia Keys bernyanyi di puncak tangga venue.
Bidikan kamera dari jarak jauh kerumunan orang di Apple Grand Central.
Tim Cook melambaikan tangan saat berdiri di atas panggung, di samping Alicia Keys.
Tim Cook dan Alicia Keys menyapa penonton dalam perayaan ulang tahun Apple yang ke-50 di New York City.

Apple BKC, Mumbai

Untuk merayakan ulang tahun Apple yang ke-50, Apple BKC mengungkap sebuah mural karya seniman dan ilustrator dari Mumbai, Mira Felicia Malhotra. Karya seni yang kocak itu menjulang membentuk lengkungan di atas pintu kaca toko, mengundang pelanggan untuk masuk ke dalam, dan dirancang untuk memberikan apresiasi pada komunitas kreatif kota yang penuh semangat. Setelah peluncuran tersebut, Malhotra — yang dikenal untuk potret kaum perempuan India yang berani dan berwarna-warni — duduk bersama penyanyi-penulis lagu Anuv Jain untuk pembahasan mengenai dampak suara pada penceritaan visual. Malhotra juga memandu sesi spesial Today at Apple mengenai proses kreativitas di balik pembuatan mural, yang menjadi hidup pada iPad Pro dengan Apple Pencil Pro dan Procreate.

Apple Omotesando, Tokyo

Di Tokyo, seniman virtual Mori Calliope menjadi pusat perhatian di Apple Omotesando untuk perayaan kreativitas dan teknologi. Dengan ratusan penggemar memenuhi toko, acara itu menampilkan percakapan akrab dan pertunjukan langsung yang memukau oleh artis dan penyanyi rap ternama di dunia yang dengan mulus memadukan bahasa Inggris dan Jepang dalam lagu-lagunya yang menghentak, mewujudkan semangat inovasi sekaligus mendefinisikan ulang apa artinya menjadi seorang penampil di era digital.
Dalam diskusinya dengan DJ Mino dari Apple Music, Calliope berbagi wawasan mengenai proses kreatifnya dan mengingat kembali akar musiknya, mengungkapkan perjalanannya dimulai dengan mengunduh lagu ke iPod nano — temuan penting yang secara mendasar mengubah caranya menikmati musik. Sekarang, alur kerjanya tetap terhubungkan secara dalam ke ekosistem Apple, setelah menciptakan demo untuk lagu barunya “Ningen Dakara” hanya dalam tiga jam menggunakan GarageBand.
Perayaan tersebut dipusatkan pada pertunjukan langsung berenergi tinggi, menghadirkan kesemarakan persona virtual Calliope secara langsung ke audiens Apple Omotesando dan menggambarkan potensi teknologi untuk menciptakan musik baru dan menjangkau penggemar di berbagai negara.

Apple Pacific Centre, Vancouver

Pemain seluncur es Kanada ternama Elladj Baldé memiliki kemampuan bercerita yang alami, tetapi barulah setelah pensiun dari seluncur es kompetitif pada tahun 2018, dia menemukan suaranya, memadukan hip-hop, gaya jalanan, dan kemampuan bercerita menjadi pendekatan seluncur es yang berani dan viral — dan menangkap semuanya di iPhone. Mencari bentuk ekspresi diri dan kebebasan hakiki, Baldé berseluncur di permukaan danau beku dan lanskap liar di negara tersebut, mendefinisikan ulang ruang dan konteks di mana olahraga ini dapat dinikmati. Menggunakan es sebagai katalis untuk kreativitas dan perubahan, dia kini menginspirasi generasi atlet baru untuk tampil autentik tanpa rasa takut.
Baldé menantang pola pikir tradisional tentang olahraga tersebut dalam “Wild Ice,” serangkaian video dan materi kampanye yang memukau secara visual, seluruhnya direkam menggunakan iPhone. Apakah meluncur melintasi Danau Mistaya di Alberta, melayang melalui glasier di Banff, atau sukses melakukan salto belakang di Northwest Territories, apa pun yang ingin dia capai, Baldé selalu mengeluarkan seluruh kemampuannya. Pada tanggal 26 Maret, melalui sesi spesial Today at Apple, dia membahas perjalanannya dan membantu menunjukkan kepada para penonton cara menggunakan iPhone untuk membagikan visi kreatif mereka masing-masing.

Apple Antara, Mexico City

Untuk menandai 50 tahun Apple, Apple Antara menghadirkan sejumlah pembuat film, aktor, dan kreator paling terkenal dari Meksiko untuk percakapan akrab tentang kreativitas, teknik bercerita, dan apa makna dari menciptakan konten lokal yang mampu menjangkau penonton secara global. Panel menampilkan sejumlah talenta di belakang serial populer Apple Original seperti Las Azules, Acapulco, dan Midnight Family, termasuk aktris Ximena Sariñana, aktor Enrique Arrizon, aktris Renata Vaca, sutradara sekaligus pengarah acara Fernando Rovzar, produser musik Camilo Lara, sutradara Natalia Beristáin, dan sinematografer Dariela Ludlow Deloya. Diskusi tersebut menghadirkan dialog tanpa sensor antara beberapa sosok kreatif paling menarik dari Meksiko, yang membicarakan tentang menerobos hambatan dan meningkatkan standar untuk teknik bercerita Meksiko di panggung global.
Talenta di belakang Las Azules, Acapulco, and Midnight Family berbicara di Apple Antara di Mexico City.
Apple Antara menghadirkan talenta di belakang acara populer Apple TV seperti Las Azules, Acapulco, dan Midnight Family untuk percakapan akrab tentang kreativitas dan teknik bercerita.

Apple Carnegie Library; Washington, D.C.

Pada tahun 2022, Troy Kotsur menjadi aktor pria tunarungu pertama yang memenangkan Academy Award untuk aksinya di Apple Original Film CODA, dan hari ini, dia berperan dalam Foundation dari Apple TV. Pada tanggal 24 Maret, Kotsur menjadi pusat perhatian di Apple Carnegie Library di Washington, D.C., bersama Roberta Cordano, wanita tunarungu pertama yang menjabat sebagai presiden Gallaudet University, untuk diskusi bersama Sarah Herrlinger dari Apple tentang warisan dan masa depan kreativitas Kaum Tunarungu. Setelah diskusi tersebut, aktivis hak penyandang disabilitas Haben Girma berbagi bagaimana teknologi Apple membantunya menjadi lulusan tunanetra-tunarungu pertama dari Harvard Law dan terhubung dengan orang lain dalam cara yang paling penting.
Sepanjang malam, ratusan aktivis aksesabilitas, seniman, pemimpin, dan sekutu berkumpul untuk merenungkan apa artinya memiliki teknologi yang dapat digunakan semua orang, termasuk para penyandang disabilitas: Apple Watch yang melacak jumlah dorongan pada kursi roda, iPhone yang berbicara, iPad yang dapat digunakan setiap pelajar, atau Mac yang bekerja mulus dengan berbagai teknologi bantu. Hadirin dari berbagai macam komunitas disabilitas meninjau kembali bagaimana mereka dapat meluncurkan karier artistiknya, memulai perusahaan, dan menyampaikan pesannya, dengan fitur aksesibilitas Apple yang akan mendukung mereka sepanjang jalan.

The Sydney Opera House, Australia

The Sydney Opera House, salah satu ikon budaya paling terkenal di dunia, menjadi simbol seni dan komunitas. Merayakan kolaborasi baru sepanjang tahun untuk mendukung kreativitas generasi berikutnya, Illuminating Creativity mengubah layar Bennelong di sayap timur Opera House menjadi kanvas untuk menampilkan karya seni digital dari 11 seniman pendatang baru Australia dan enam anggota masyarakat. Perpaduan antara citra statis dan gambar bergerak, diiringi lagu yang digubah oleh komposisi Bailey Pickles yang menggunakan Logic Pro, perayaan itu mewakili pertemuan antara teknologi dan seni liberal.
Semua karya seni diciptakan dengan menggunakan Procreate — aplikasi gambar dan animasi andal yang dikembangkan di Tasmania, Australia, oleh Savage Interactive. Sebagai pemenang beberapa Apple Design Awards, Procreate menjembatani talenta berbakat Australia dengan alat kreatif buatan Australia pada salah satu kanvas yang paling ikonik di seluruh dunia.
Pickles, yang baru saja lulus dari Sydney Conservatorium of Music, menciptakan karya musik pertamanya di usia 3 tahun, dan mulai menciptakan karya musik pada Mac dengan menggunakan Logic Pro pada usia 10 tahun. Menggubah musik latar untuk mengiringi Illuminating Creativity adalah cara bagi Pickles untuk merayakan seni dan mengakui kekuatan transformatif dari iPad, Mac, Procreate, dan komunitas kreatif Australia.

Apple Iconsiam, Bangkok

Seniman Thai Molly Yllom memulai perjalanan kreatifnya menggambar di atas kertas, dan kecintaannya atas seni berkembang saat duduk di bangku kuliah, ketika dia menabung untuk membeli MacBook Pro-nya sendiri — investasi yang disebutnya membantu meluncurkan kariernya. Pada tahun 2017, Molly memperkenalkan Crybaby, karakter orisinal dan karya sangat pribadi yang menggali emosi melalui penceritaan visual.
Seiring perkembangan kariernya, dia menambahkan iPad Pro dan Apple Pencil Pro pada alat kreatifnya. Dia kerap mendapatkan inspirasi saat bepergian, menangkap ide di iPhone-nya dan membaginya dengan timnya. Sejak terobosannya, dunia Crybaby telah berkembang melampaui asal-usulnya, berkembang dari lukisan menjadi patung dan mencakup beberapa karakter yang paling mudah dikenali di seluruh dunia.

Apple Myeongdong, Seoul

Meski baru memulai debut pada musim panas tahun lalu, grup fenomenal K-pop CORTIS berhasil mencuri perhatian dunia dalam waktu singkat. EP debut mereka tahun 2025, Color Outside the Lines, merupakan perwujudan misi mereka dalam merumuskan kembali makna seni serta menggaungkan kebebasan berekspresi. Grup tersebut hadir menyapa penggemar di Apple Myeongdong dalam diskusi spesial tentang proses kreatif mereka sebagai seniman, serta memberikan kejutan dengan membawakan tiga lagu, termasuk “YOUNGCREATORCREW” dari album mendatang mereka.
Pada awal karier mereka, grup ini tampil di The Zane Lowe Show di Apple Music Radio, yang membantu mereka membangun basis penggemar setia di seluruh dunia. Baru-baru ini, CORTIS merilis pengalaman musik Apple Immersive untuk Apple Vision Pro, yang memberikan kesempatan langka bagi penggemar untuk melihat lebih dekat proses latihan koreografi lagu mereka yang berjudul “GO!”
Bagikan artikel

Media

  • Teks artikel ini

  • Gambar di artikel ini

Kontak Pers

Saluran Bantuan Media Apple

indonesia_media@apple.com